Selamat membaca
Praktikum Penggunaan Mikroskop
semoga bermanfaat

judul widget leftbar

Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Praktikum Penggunaan Mikroskop

http://ardineducated99.blogspot.com/

Praktikum Penggunaan Mikroskop

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGGUNAAN MIKROSKOP

Disusun Oleh : 
Chandra Ardin Hersandi Prakoso (125100201111009)

JURUSAN KETEKNIKAN PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012



1. PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leewenhoek (1632 - 1723), yang berkebangsaan Belanda, dengan mikroskop masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka Kuningan dan perak. Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapat dicapainya hanyalah 200-300 kali. Mikroskop ini sedikit sekali perannya dibandingkan dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang  (Purba, 1999).
Mikroskop merupakan alat bantu utama untuk melakukan pengamatan dan penelitian karena dapat dipergunakan untuk mempelajari struktur dan bentuk-bentuk benda yang sangat kecil. Mikroskop ada 2 macam , yaitu mikroskop electron dan mikroskop cahaya (Anonymous, 2008).
Pada mikroskop banyak bagian-bagian yang harus diketahui dan diperhatikan oleh para praktikan agar dapat memakai mikroskop tersebut dengan benar (Nelson and cox,2004).

1.2   Maksud dan Tujuan
Maksud dari praktikum BIOLOGI DASAR tentang MIKROSKOP ialah untuk mengenalkan mikroskop Monokuler Dan Binokuler, cara penggunaannya dan pemeliharaannya. Serta para praktikan dapat mengetahui dan terampil menggunakan mikroskop.
Tujuan dari praktikum BIOLOGI DASAR tentang MIKOSKOP ialah agar praktikan dapat mengetahui bagian-bagian dari mikroskop beserta dengan fungsinya dan praktikan dapat menggunakan mikroskop dengan baik dan benar serta cara perawatannya juga.

1.3 Waktu dan Tempat
Pratikum BIOLOGI DASAR tentang MIKROSKOP yang dilaksanakan pada hari Kamis, 29 September 2011, pukul 07.00 WIB – 09.00 WIB, dan bertempat di gedung C lantai 1, Laboratorium IIP (Ilmu – Ilmu Perairan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Univerrsitas Brawijaya, Malang.


2.    TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Mikroskop
Mikroskop (bahasa Yunani : micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopik yang artinya sangat kecil dan tidak mudah dilihat oleh mata.(Jacklet, 1998).
Mikroskop merupakan salah satu alat penting dalam kegiatan praktikum biologi disekolah.Mikroskop yang banyak digunakan di sekolah adalah mikroskop monokuler.Seiring dengan kemajuan ilmu dan tekhnologi, jenis mikroskop dan kemampuan memperbesar benda juga semakin maju.(Anonymous, 2009).
Mikroskop pertama kali ditemukan oleh Antony Van Leewenhoek (1632 - 1723), yang berkebangsaan Belanda dengan mikroskop yang masing-masing terdiri atas lensa tunggal hasil gosokan rumah yang ditanam dalam kerangka kuningan dan perak.Kekuatan perbesaran tertinggi yang dapt dicapainya hanyalah 200-300 kali, mikroskop ini sedikit sekali perannya dibandingkan dengan mikroskop cahaya majemuk yang ada sekarang.(Purba, 1999).

2.2 Sejarah Mikroskop
Mikroskop merupakan alat bantu utama dalam melakukan pengamatan dan penalitian dalam bidang biologi, karena dapat digunakan untuk mengamati stuktur benda – benda yang kecil. Mikroskop pertama kali ditemukan oleh seseorang berkebangsaan Belanda, Anthony Van Leuwenhook..Mikroskop yang digunakan yaitu mikroskop sederhana (berlensa tunggal).Pada tahun 1600 Hans dan Zaccharias Jansen menemukan mikroskop yang sangat canggih yaitu mikroskop majemuk (berlensa ganda), mikroskop sederhana dan mikroskop majemuk merupakan mkroskop cahaya dimana keduanya memanfaatkan pancaran cahaya untuk membentuk bayangan benda.Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1932 Koll dan Ruska menemukan mikroskop elekron yang menggunakan berkas elektron sebagai pengganti cahaya.(Wildan, 2003).
Pada tahun 1661 Kebler merancang cara membuat mikroskop kompleks. Tahun 1655, Robert  Hooke menggunakan mikroskop kompleks untuk melihat pori – pori kecil pada irisan batang pohon gabus yang dimana sel. Tahun 1674 Leuwenhook melaporkan penemuan protozoa danberhasil bercerita 9 tahun kemudian. Tahun 1886, Zeisis membuat lensa dengan desain Abbe yang menjadi kop perbesern lebih baik.(Monrow, 2010).
Pemuatan mikroskop pertama  yang paling dikenal alah Hans Jansen dan Zaccharias. Jansen (Ayah – Anak). Pada tahun 1590, temuan itu mendorong ilmuan lain seperti Galileo Galilei (Italia) untuk membuat alat yang sama pada tahun      1690. (Hiramirawan, 2008).

2.3 Macam – macam Mikroskop
Menurut Volk dan Whileer (1984), macam – macam mikroskop adalah sebagai berikut :
Ø  Mikroskop Medan – Terang
Pada Mikroskop medan – terang, daerah yang diamati diterangi dengan benderang sehingga objek – objek yang sedang ditelaah tampak lebih gelap dari pada latarbelakangnnya. Mikrokop ini bias menghasilkan perbesaran maksimum sampai 1000 diameter.
Ø  Mikroskop Medan – Gelap
Mikroskop ini tidak jauh berbeda dengan mmikrskop medan – terang. Perbedaanya pada mikroskop medan – terang dilengkapi dengan kondensor.
Ø  Mikroskop Flouresensi
Mikroskop ini digunakan untuk memeriksa spesimen yang telah diwrnai dengan zat – zat berwarna, flourokrommemungkinkan identifikasi mikroorgnisme dengan cepat.Bahannya dinamakan flourosen.
Ø  Mikroskop Kontrs – Fax
Mikrokop ini adalah tipe mikroskop cahaya yang memungkinkan kontras yang lebih besar antara subtensi dengan ketebalan.
Ø  Mikroskop Elektron
Mikroskop ini memberi perbesaran yang lebih besar dari pada perbesaran yang diberikan mikroskop cahaya.Hal ini dimungkinkan oleh daya pisah yang lebih besar yang diperoleh karena berkas – berkas electron yang digunakan untuk perbesaran dan mempunyai panjang gelombang yang sangat pendek.
Ø  Mikroskop Cahaya
Mikroskop ini meggunakan cahaya putih biasa untuk melihat mikroorganisme.Cahaya dapat dikeluarkan secara langsung melalui objek atau disekitar objek atau ditepi objek. Polaritas cahaya dengan melewatkan cahaya biasa melalui dua filter dapat digunakan untuk melihat bagian – bagian objek yang lebih jelas.
Ø  Mikroskop Ultra – Violet (UV)
Mikroskop ini menggunakan sinar UV dengan panjang gelombang lebih pendek dari cahaya untuk melihat organisme mikroskop UV dapat melihat objek yang lebih kecil dari objek yang dapat dilihat.
Ø  Mikroskop Akustik
Mikroskop ini menggunakan komponen untuk menghasilkan gelombang suara untuk melihat objek.Mikroskop akustik menghasilkan bayangan objek secara objek secara elektronik pada layar televisi dan bisa memperbesar objek secara elektronik sampai 5000 kali ukuran sebenarnya.

Menurut Yekti (1994), Mcam – macam mikroskop adalah sebagai berikut :
Ø  Mikroskop Cahaya
Memiliki dua lensa yaitu lensa objektif dan lensa okuler system kerjannya dibantu dengan cahaya yang menembus objek yang diamati.Perbesaran bayangan objek hingga 1000 kali.
Ø  Mikroskop Elektron
Mempunyai day resolusi sangat tinggi (0,1 nM) mampu memperbesar bayangan hingga jutaan kali.
Ø  Scaning Electron Microscope
Digunakan untuk studi detail arsitektur permukaan sel atau struktur jasad renik dan objek teramati secara tiga dimensi.


Menurut Winata Sasmita (1986), macam – macam mikroskop adalah sebagai berikut :
Ø  Mikroskop Cahaya
Ø  Mikroskop Elektron
Ø  Mikroskop Ultra – Violet (UV)
Ø  Mikroskop Medan – Gelap
Ø  Mikroskop Stereo
Ø  Mikroskop Pender
Ø  Mikroekop Fase Kontras
2.4 Bagian – bagian Mikroskop
Menurut Wargan (2009), ada beberapa bagian-bagian mikroskop yang memiliki bagian tertentu, yaitu :
·         Lensa Objektif
Untuk menangkap dan memperbesar bayangan dari objek dengan pembesaran 4x, 10x, 40x dan 100x.
·         Revolvel
Untuk mengatur lensa objektif.
·         Lensa Okuler
Untuk memperbesar bayangan dari lensa objektif.
·         Tubulus Okuler
Untuk menghubungkan lensa okuler, revolver dan lensa objektif.
·         Difragma
Untuk mengatur bayangan sedikitnya bayangan yang masuk.
·         Kondensor
Untuk memusatkan cahaya pada preperat yang diamati.
·         Dasar atau Kaki
Untuk penyangga mikroskop.
·         Tiang Penyangga
Untuk menghubungkan dasar dengan pegangan mikroskop.
·         Meja Benda
Sebagai tempat untuk preperat yang akan diamati.
·         Penjepit
Sebagai penjepit preparat agar preparat tidak bergeser.
·         Makrometer
Untuk menggerakkan lensa naik turun secara cepat.
·         Mikrometer
Untuk menggerakkan lensa naik turun secara perlahan – lahan.
     Menurut Sulistyodiani (2010),ada beberapa bagian – bagian mikroskop ialah sebagai berikut :
·         Lensa Okuler
·         Lensa Objektif
·         Makrometer
·         Mikrometer
·         Revolver
·         Diafragma
·         Kondensor
·         Meja Mikroskop
·         Penjepit Kaca
·         Lengan Mikroskop
·         Kaki Mikroskop
·         Sendi Ingdinasi
     Menurut Purba (1966), bagian – bagian mikroskop ialah sebagai berikut :
Ø  Lensa Okuler
Ø  Revolver
Ø  Penjepit Preparat
Ø  Lensa Objektif
Ø  Meja Preparat
Ø  Diafragma
Ø  Sumber Cahaya
Ø  Mikrometer
Ø  Makrometer
Ø  Pengatur Letak Preparat

3.    METODOLOGI

3.1   Alat dan Fungsi
Alat yang digunakan pada Praktikum Biologi Dasar materi penggunaan mikroskop sebagai berikut :
Ø Mikroskop                   : Melihat benda-benda yang sangat kecil.
Ø Objek Glass                : Meletakkan objek yang akan diamati.
Ø Cover Glass                : Sebagai penutup objek glass.
Ø Washing Bottle            : Sebagai wadah aquadest.
Ø Gunting                       : Untuk memotong kertas koran.
Ø Pinset                          : Untuk mengambil benda kecil.
Ø Pipet Tetes                  : Untuk mengambil larutan.
Ø Nampan                      : Tempat meletakkan alat.

3.2  Bahan dan Fungsi
Bahan yang digunakan dalam Praktikum Biologi Dasar materi penggunaan mikroskop adalah sebagai berikut :
Ø Potongan Kertas Koran           : Sebagai objek yang diamati.
Ø Aquadest                                 : Untuk memperjelas bayangan
objek.
Ø Tissue                                      : Untuk membersihkan coverglass
dan objek glass.














3.3   Skema Kerja
3.3.1            Pembuatan Preparat
Disiapkan kertas Koran


                        Dipotong / gunting huruf

                        Diletakkan diatas objek glass

                        Ditetesi dengan aquades

                        Ditutup dengan cover glass dengan sudut 45

Hasil


3.3.2 Pengamatan Mikroskop
Disiapkan kertas Koran


                          Dihubungkan kabel mikroskop ke listrik

                          Dinyalakan saklar mikroskop 

                          Diletakkan preparat di meja preparat

                          Diatur fokusnya

                          Diamati
Hasil


4.    PEMBAHASAN

4.1 Analisa Prosedur
Dalam melakukan Praktikum BIOLOGI DASAR mengenai penggunaan mikroskop, pertama praktikan harus menyiapkan alat dan bahan, antara lain mikroskop untuk melihat benda – benda yang sangat kecil, objek glass untuk metakkan objek yang akan diamati, cover glass sebagai penutup objek glass, washing bottle sebagai wadah aquades, gunting untuk memotong koran, pinset untuk mengambil benda kecil, pipet tetes untuk mengambil larutan dalam skala kecil dan nampan sebagai wadah alat dan bahan. Bahan – bahan yang digunakan antara lain potongan kertas koran sebagai objek pengamatan, aquades untuk memperjelas bayangan objek dan tissue untuk membersihkan cover glass dan objek glass.
Setelah alat-alat dan bahan siap, mikroskop diletakkan dengan hati-hati diatas meja dengan tangan mikroskop menghadap kea rah kita dan meja objek menghadap ke arah yang berlawanan.Setelah itu, tabung di naikan dengan pengatur kasar hingga lensa objektif tidak membentur meja objek bila revolver di putarkan.Lalu lensa objektif lemah ditempatkan tepat di bawah lensa okuler. Selanjutnya diafragma di buka lebar-lebar dengan cara menggeser bagian-bagian yang menonjol.

Setelah mikroskop siap, kemudian kertas koran diguakan gunting untuk menggunting 1 hufuf, kemudian kertas tersebut di letakkan di atas objek glass menggunakan pinset. Kemudian objek pengamatan di tetesi aquades.Lalu ditutup cover glass dengan kemiringan 45 dan dengan pelan-pelan gelas penutup ditambah kemiringan sampai menuju penuh objek dalam objek glass agar tidak terdapat gelembung udara. Selanjutnya objek yang akan diamati diletakkan di atas meja preparat pada mikroskop. Setelah itu objek diamati dan dicatat hasil pengamatannya.

4.2 Analisa Hasil
Hasil analisa dari Praktikum Biologi Dasar tentang penggunaan mikroskop adalah  sebagi berikut :
Mengadakan pengamatan terhadap hufuf “M” dari potongan kertas koran dengan perbesaran .
Lensa Okuler × Lensa Objektif   = 10 × 40               
                                    = 400 kali
Sebelum Diamati 



Sesudah Dimati 
Sifat yang dihasilkan adalah Maya, terbalik, dan diperbesar.

4.3 Data hasil pengamatan
Hasil dari Praktikum Biologi Dasar tentang penggunaan mikroskop adalah sebagai berikut :
Pengamatan terhadap huruf “M” dari potongan kertas koran.

Sebelum Diamati : 
 Sesudah diamati : 
Sifat yang dihasilkan adalah maya, terbalik, dan diperbesar.



4.3.3 Gambar Mikroskop


5.    PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari Praktikum Biologi Dasar untuk mikroskop adalah sebagai berikut :
1.   Mikroskop merupakan alat yang berfungsi untuk melihat benda-benda kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar.
2.   Sifat bayangan yang diperoleh dari mikroskop yaitu maya,terbalik, dan diperbesar.

5.2 Saran
Dalam Praktikum Biologi Dasar materi  penggunaan mikroskop yaitu, sebaiknya praktikan harus sabar dan teliti untuk mendapatkan gambar objek yang diamati oleh mikroskop dan menggunakan waktu sebaik mungkin, karena itu yang membantu agar berjalannya praktikum lancar.

Semoga berguna ya guys buat praktikum penggunaan mikroskop...
Salam hangat.... Chandra ardin H.P

0 komentar

Silahkan Beri Komentar Saudara...

salam hangat bagi para pengunjung web saya
i'm glad to see you....

Popular Posts

Judul widget rightbar

Dukungan untuk FBI-BET.COM TARUHAN BOLA CASINO SBOBET ONLINE BONUS 100% ALL PRODUK dan Humor Jokes.web.id